Description
Jejak Nusantara dalam Catatan Dinasti Ming: Perdagangan, Diplomasi, dan Budaya
Dinasti Ming merupakan salah satu masa kejayaan ekonomi dan budaya yang paling gemilang dalam sejarah Tiongkok. Pada masa ini, berbagai bidang seperti sastra, seni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta hubungan dengan luar negeri mencapai prestasi yang luar biasa. Tujuh kali ekspedisi Cheng Ho ke Barat ibarat mutiara yang berkilauan, yang tidak hanya berhasil mendorong pesatnya perdagangan antara Tiongkok dengan Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, dan wilayah-wilayah lainnya, tetapi juga memperluas pengaruh Tiongkok di dunia internasional. Jalur Sutra Maritim, yang bermula pada masa Dinasti Qin dan Dinasti Han (221 SM-220 M), mencapai puncak kejayaannya pada masa Dinasti Ming (1368-1644 M). Jalur ini bagaikan urat nadi yang kuat, meletakkan landasan kokoh bagi diplomasi maritim Tiongkok dan membangun jembatan persahabatan yang erat antara Tiongkok dengan negara-negara lain. Warisan literatur dan materi tertulis dari Dinasti Ming sangat berlimpah. Menurut data yang ada, meskipun belum lengkap, terdapat ribuan jilid karya. Di antaranya banyak karya klasik seperti “Ming Huidian”(《明会典》), “Perjalanan ke Barat”(《西游记》), “Catatan Dinasti Ming”(《明实录》), “Kronik Dinasti Ming” (《明史纪事本末》)dan sebagainya. Karya-karya sejarah seperti “Sejarah Dinasti Ming”(《明史》), “Catatan Sejarah Negeri-negeri Barat”(《西洋番国志》), “Yingya Shenglan”《瀛涯胜 览》), “Kitab Upeti Barat”(《西洋朝贡典录》), “Catatan Khusus Zhouzhi”(《 殊域周咨录》), dan “Xingcha Shenglan” (《星槎胜览》)memuat dokumentasi terperinci mengenai sejarah berharga pertukaran Tiongkok dengan negara-negara asing. Buku-buku ini secara cermat menghimpun berbagai aspek terkait hubungan dengan Kepulauan Nusantara, meliputi letak geografis, budaya masyarakat, sistem upeti, dan lain-lain, serta menyediakan referensi yang sangat berharga bagi kita untuk mengkaji secara mendalam sejarah hubungan kedua belah pihak. Kendati demikian, mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya, kami hanya memilih sebagian materi dari khazanah sejarah yang begitu luas untuk diterjemahkan. Materi-materi terpilih tersebut kemudian diklasifikasikan dan diintegrasikan secara cermat agar hasil terjemahan lebih sistematis. Sumber-sumber sejarah dalam buku ini seluruhnya tertulis dalam bahasa Mandarin klasik. Untuk menjamin ketepatan terjemahan, para penerjemah pertama-tama mengalihbahasakan teks Mandarin klasik ke dalam bahasa Mandarin modern secara akurat, baru kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Selama proses penerjemahan, para penerjemah mengkaji teks sumber secara mendalam, merujuk pada berbagai referensi terkait, dan melakukan konsultasi intensif dengan para pakar di bidangnya, dengan tujuan untuk menghasilkan terjemahan yang setia pada naskah asli dan mampu menyampaikan informasi yang terkandung di dalamnya secara tepat.
Sebagai informasi tambahan kunjungi juga rumah kami di https://selatmedia.com/wp-admin/post-new.php?post_type=product https://play.google.com/books/publish/a/16873735639190879701#home











Reviews
There are no reviews yet.