Description
Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran
Upaya mewujudkan pembelajaran yang mampu mengondisikan peserta didik untuk memiliki kompetensi yang optimal dilakukan dengan strategi tindak tutur guru yang memicu tumbuhnya aktualisasi peserta didik. Seperti yang telah diungkapkan Maslow (Slavin, 2011) bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan defisiensi, yakni kebutuhan fisiologi, keselamatan, cinta, dan harga diri sebagai kebutuhan dasar yang harus terpuaskan terlebih dahulu sebelum kebutuhan pertumbuhan.
Kebutuhan pertumbuhan peserta didik meliputi mengetahui dan memahami, estetika, serta aktualisasi diri. Para pendidik harus mengakui bahwa pembelajaran akan terganggu jika kebutuhan dasar siswa tidak terpenuhi. Kebutuhan defisiensi terpenting adalah cinta dan harga diri. Peserta didik yang merasa tidak dicintai dan tidak dihargai padahal mereka mampu, tidak akan mungkin memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan dalam kebutuhan pertumbuhan (Stipek, 2001). Pendidik yang dapat menenangkan peserta didiknya dan membuat mereka merasa diterima dan dihargai sebagai individu akan membantu peserta didik untuk gemar belajar dan bersedia bersikap kreatif dalam rangka mengaktualisasikan dirinya.
Dengan begitu, hakikat pendidikan yang ditegaskan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 Ayat (1) menyebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara dapat terwujud.
Sebagai informasi tambahan kunjungi juga rumah kami di https://selatmedia.com/wp-admin/post-new.php?post_type=product https://play.google.com/books/publish/a/16873735639190879701#home











Reviews
There are no reviews yet.