Description
Perempuan Jawa, Perempuan Papua: Jerat Patriarki yang Menggurita dalam Tubuh Perempuan
Di dalam masyarakat yang patriarkis, peran dan posisi perempuan diopresi, menjerat perempuan dengan belenggu kerja-kerja domesik. Kaum laki-laki berkuasa secara penuh atas kaum perempuan, terus berupaya menciptakan imaji-imaji akan sosok perempuan atau istri yang “baik”, untuk mengontrol perempuan di bawahnya. Seiring berkembangnya zaman, patriarki juga dengan cekatan meregenerasi diri, berusaha mengabadi dalam peradaban manusia.
Buku ini akan membahas bagaimana gender sebagai konstruksi sosial, menciptakan fenomena ketidakadilan gender, dan patriarki menjadi salah satunya. Melalui karya sastra yang merepresentasikan sosok istri dalam masyarakat Jawa (Bu Bei dalam Canting) dan dalam masyarakat Papua (Irewa dalam Isinga), pembaca diajak untuk melihat bagaimana patriarki memengaruhi kehidupan kedua perempuan berbeda budaya dalam relasi pernikahan.
Kesetaraan gender perlu dicapai, dan patriarki perlu diakhiri. Feminisme, sebagai gerakan yang mengupayakan kesetaraan gender, bukanlah sistem yang membenci laki-laki. Ia hanyalah gerakan yang menginginkan perempuan berada dalam posisi yang sama dengan laki-laki. Posisi di mana perempuan dapat berperan menjadi ibu rumah tangga sekaligus berkarir, tanpa perlu mengopresi dirinya sendiri dengan standar-standar patriarkis yang tak manusiawi.











Reviews
There are no reviews yet.