Description
Poskolonial: Mimikri (Teori dan Praktik)
Buku ini secara khusus menyajikan konsep tentang mimikri sebagai bagian dari telaah poskolonial dan aplikasi konsep tersebut terhadap karya sastra, khususnya novel. Sebagai negara bekas jajahan Indonesia begitu kaya akan karya sastra yang bisa dikaji dengan perspektif poskolonial, salah satunya konsep mimikri. Oleh sebab itu, hadirnya buku ini diharapkan dapat memberikan khazanah bagi perkembangan ilmu kesusastraan, terutama dalam perspektif poskolonial dan mimikri. Buku ini juga diharapkan bisa menjadi sumber rujukan bagi mahasiswa dan para peneliti yang hendak melakukan telaah poskolonial terhadap karya sastra.
Kolonialisasi yang sempat berlangsung sejak awal abad ke 17, telah berakhir di Indonesia. Proses dekolonisasi telah mengubur pendudukan bangsa barat terhadap negara bekas jajahannya (Nasri, 2016: 26). Hal ini ditandai dengan nihilnya pendudukan aparatus represif negara kolonial, seperti bubarnya birokrasi pemerintah resmi kolonial hingga hengkangya militer kolonial. Namun tampaknya, Indonesia yang notabene merupakan negara bekas jajahan, belum sepenuhnya bisa bernapas lega. Hal itu disebabkan karena Indonesia masih harus menghadapi kolonialisme yang kini telah bersalin rupa (Rakhman, 2014: 108). Pasalnya, di berbagai negara bekas jajahan, melalui cara yang lain, seperti jalur ekonomi, politik hingga kebudayaan, beberapa negara bekas jajahan masih tunduk dan dikendalikan oleh kekuasaan kolonial (Taufiqurrohman, 2018: 22). Kesensitifan terhadap perkembangan penjajahan kultural, sangatlah kurang di negara bekas jajahan, terutama Indonesia (Faruk, 2007:1).
Sebagai informasi tambahan kunjungi juga rumah kami di https://selatmedia.com/wp-admin/post-new.php?post_type=product https://play.google.com/books/publish/a/16873735639190879701#home











Reviews
There are no reviews yet.