Etika Bisnis dan Efek Domino di Baliknya

Etika Bisnis dan Efek Domino di Baliknya

Awal Juli 2025 lalu, sebuah akun Tiktok @mamaghan, membagikan pengalaman buruknya kala mengunjungi salah satu restoran di Bali yang cukup populer. Ia diteriaki penipu oleh sang kasir dikarenakan sang kasir mengklaim tidak ada pembayaran yang masuk kala @mamaghan membayar menggunakan metode QRIS. Meski @mamaghan sudah mencoba menunjukkan bukti pembayaran di ponselnya, kasir menolak dan terus meneriaki penipu.

Komplain customer yang disebarkan di media sosial, yang kemungkinan tujuannya memberi kritik kepada restoran atau toko terkait, sudah sering kita jumpai di media sosial. Tekege., dkk, dalam buku Etika Bisnis, membahas terkait etika yang harus dimiliki sebuah perusahaan atau organisasi bisnis. Etika bisnis didefinisikan sebagai seperangkat prinsip dan standar yang mengatur perilaku dalam sebuah organisasi bisnis.

Sering kali, orang-orang menganggap bahwa perilaku beretika dalam dunia bisnis adalah hal aneh, karena banyak praktik tidak etis dalam berbisnis. Ada pula yang beranggapan bahwa bisnis yang beretika tak akan segera menghasilkan keuntungan, malah mendatangkan kerugian. Namun, Tekege., dkk, dalam buku ini menyebutkan perilaku beretika dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang signifikan dan berkelanjutan.

Tekege., dkk, menyebutkan bahwa etika sering dikaitkan dengan konsep tata krama, kesopanan, pedoman moral, dan norma kesopanan. Etika sendiri pun membahas tentang nilai-nilai dan norma moral yang mengatur perilaku manusia, baik sebagai individu maupun kelompok dan institusi dalam masyarakat.

Terdapat tiga pendekatan dasar dalam merumuskan perilaku etika bisnis. Salah satu yang disebutkan dalam buku Etika Bisnis ini adalah pendekatan hak individu. Pendekatan ini memiliki pengertian bahwa setiap individu memiliki hak dasar yang harus dihormati dalam tindakan dan perilakunya. Namun, tindakan tersebut harus dihindari jika diperkirakan akan bertentangan dengan hak orang lain.

Menilik pada kasus yang dialami oleh @mamaghan sebelumnya, kita bisa melihat bahwa masing-masing pihak memiliki hak yang harus dipenuhi dan dihargai. Dari sisi @mamaghan sebagai customer, ia berhak mendapat pelayanan yang baik. Sebaliknya, pihak kasir juga berhak untuk memastikan pembayaran yang dilakukan oleh customer. Sayangnya, alih-alih menghargai hak customer untuk dilayani secara baik dan sopan, pihak kasir mengabaikannya. Pihak kasir memilih meneriaki customer sebagai penipu, yang sebenarnya tindakan ini bisa dihindari, ketika pihak kasir memeriksa pembelaan customer yang menunjukkan bukti pembayaran.

Hal ini tentunya melanggar prinsip yang mendasari etika. Tekege., dkk, dalam buku ini menyebutkan terdapat lima prinsip yang mendasari etika, yaitu kepatutan, hukum, moral, sosial, dan tanggung jawab. Pihak kasir melanggar prinsip kepatutan dengan kriteria sopan santun. Kriteria sopan santun sendiri dijelaskan dalam buku ini sebagai ucapan, perilaku, dan tindakan individu selalu menekankan pada sikap kesopanan dan menghindari perilaku emosional yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

Tindakan pihak kasir yang meneriaki bahkan dengan kata “penipu” tentunya sangat menyinggung perasaan customer, dan mengganggu kenyamanan pihak lain, semisal bagi customer lain di tempat yang sama. Teriakan penipu tentunya juga mengundang perhatian pihak lain, yang akan menambah ketidaknyamanan customer atau dalam kasus ini yaitu @mamaghan.

Tekege., dkk, juga membahas mengenai etika yang harus dimiliki pekerja dalam sebuah perusahaan. Penulis juga memberikan penjelasan mengenai sikap pekerja yang harus dihindari agar tidak merusak integritas dan reputasi perusahaan. Salah satu sikap pekerja yang harus dihindari perusahaan adalah perilaku diskriminatif. Diskriminasi terhadap pelanggan khususnya, yang berdasarkan ras, jenis kelamin, agama, atau karakteristik lain, tak hanya akan melanggar nilai moral dan hukum, tetapi juga merusak reputasi perusahaan sebagai instansi yang inklusif dan adil.

Salah satu distributor resmi produk Apple di Indonesia, telah memiliki citra tak baik di mata masyarakat. Perilaku karyawan yang sering kali mendiskriminasi pelanggan yang datang, menjadi sebuah rahasia umum yang tak lagi mengherankan. Tiara Uci membagikan pengalaman buruknya saat akan bertransaksi di toko distributor tersebut. Tiara ditinggal oleh karyawan toko begitu saja untuk melayani pelanggan lain, ketika sebelumnya ia bertanya-tanya mengenai produk pada karyawan tersebut. Ia akhirnya menyimpulkan bahwa mungkin saja karyawan toko menganggapnya tidak mampu membeli produk Apple yang terkenal mahal.

Akun @vousmevosya juga menyimpulkan hal serupa dari pengalamannya. Ia dilayani dengan tidak baik oleh karyawan, dan menyimpulkan mungkin saja karena penampilannya, karena ia datang saat istirahat kerja. Akhirnya, pengalaman individu yang dibagikan di media sosial dan divalidasi juga relatable oleh yang lain, menjadikan citra perusahaan distributor itu rusak, dan dikenal sebagai toko distributor yang diskriminatif berdasarkan penampilan customer.

Oleh karenanya, dari beberapa kasus di atas, etika bisnis menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan para pemilik usaha. Buku Etika Bisnis olehe Tekege., dkk, akan menjadi pilihan bacaan yang bagus untuk para pemilik usaha dalam mengembangkan usahanya. Tekege., dkk, tak hanya membahas etika bisnisnya saja, tetapi juga mengupas tuntas terkait pengambilan keputusan bisnis, bagaimana prinsip etis dalam berbisnis, hingga teori dasar yang digunakan dalam bisnis.

Penulis juga mengupas bagaimana etika dalam manajemen sumber daya manusia, contohnya ketika proses rekrutmen dan seleksi, penggajian, pengembangan karier, bahkan etika ketika pemutusan hubungan kerja. Etika dalam produksi dan pemasaran juga dibahas mendetail oleh penulis melalui etika produksi, kontrak kewajiban produsen kepada konsumen, hingga etika pemasaran yang baik.

Selain membahas etika dengan manusia—melalui pembahasan etika pada stakeholder dan pekerja—buku ini juga membahas etika bisnis dalam lingkungan hidup. Pembahasan bermula dari bagaimana hubungan manusia dengan alam, lingkungan hidup dengan ekonomi, bagaimana prinsip lingkungan hidup, hingga etika syariah terhadap lingkungan hidup. Penulis juga menambahkan pembahasan etika bisnis dari berbagai perspektif di akhir buku.

Pembahasan yang mendetail oleh penulis dalam buku ini akan membantu pembaca dalam memahami etika bisnis, bagaimana menyusun, hingga mengaplikasikannya dalam dunia bisnis. Penerapan etika bisnis yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang adil juga transparan, akan membangun kepercayaan dan reputasi perusahaan yang baik. Oleh karenanya, pelaku usaha haruslah membangun etika bisnis yang lebih baik guna mengembangkan usahanya menjadi lebih baik lagi dengan pondasi yang kuat.

BLOG

Related Articles

COMMENT

Post a Comments

A lectus ac pulvinar tincidunt accumsan. Ullamcorper dolor at lectus ac, sed facilisis hac. Molestie aliquam ut blandit nibh vulputate lectus in sit. Egestas in dolor dui purus tincidunt eget cras nisl est aliquam ut blandit nibh vulputate lectus ullamcorper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *