Carut-Marut Politik yang Menjarah Perusahaan

Carut-Marut Politik yang Menjarah Perusahaan

Yaputra dalam salah satu artikel Tempo, Survei LSI Denny JA: 60,8 Persen Masyarakat Kesulitan Mencari Pekerjaan di Era Prabowo-Gibran, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia kesulitan mencari pekerjaan di Indonesia ini. Berbeda dengan janji yang dijual saat Pilpres 2024 lalu, yang menyatakan bahwa akan ada 19 juta lapangan pekerjaan jika pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran terpilih. Melalui artikel tersebut, dinyatakan bahwa melalui survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA, sebanyak 60,8% responden mengaku sulit mendapatkan pekerjaan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kesulitan mendapatkan lowongan pekerjaan pada akhirnya akan melahirkan suatu tren baru, bernama job hugging. Mencatut artikel dari Dinisari, job hugging adalah fenomena yang muncul ketika karyawan berpegang teguh pada pekerjaan mereka saat ini. Hal ini terjadi ketika pergantian pekerjaan tak lagi menjamin kenaikan gaji yang signifikan, atau peluang yang lebih baik, atau dikarenakan banyaknya PHK dan maraknya pengangguran.

Ketika tren job hugging ini meluas, maka pekerja memutuskan bertahan di perusahaan yang sama, bahkan selama bertahun-tahun, untuk menghindari risiko kehilangan pekerjaan, atau sulitnya mencari pekerjaan di masa yang sulit ini. Di sisi lain, tren ini juga berakibat buruk pada perusahaan, karena dapat menghambat inovasi dan moral jika karyawan tetap tidak termotivasi atau tidak terlibat, tetapi hanya bekerja demi bekerja. Kedua belah pihak akan kehilangan kesempatan untuk berkembang, tumbuh, dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Oleh karenanya, buku yang ditulis oleh Ferine dengan judul Manajemen Sumber Daya Alam, akan membantu perusahaan dalam mengatasi hal-hal semacam ini. Buku ini akan membahas sumber daya manusia secara detail, mulai dari konsep dasar manajemen, konsep dasar manajemen sumber daya manusia, digitalisasi manajemen sumber daya manusia, hingga budaya organisasi dan manajemen perubahan.

Berhubungan dengan tren job hugging, maka perusahaan perlu melakukan analisis pekerjaan, atau job analysis, guna menghindari terhambatnya inovasi dalam perusahaan. Analisis pekerjaan dilakukan untuk mendapatkan sebuah deskripsi dari pekerjaan. Tujuan dilakukannya analisis pekerjaan adalah untuk memberikan informasi bagi proses selanjutnya dari sistem manajemen sumber daya manusia. Selain itu, Ferine mendefinisikan analisis pekerjaan sebagai proses penghimpunan informasi mengenai setiap jabatan, yang berguna untuk mewujudkan tujuan bisnis sebuah perusahaan.

Pentingnya informasi analisis pekerjaan ini di antaranya ialah, yang pertama, informasi analisis pekerjaan akan memberikan gambaran mengenai tantangan yang bersumber dari lingkungan yang memengaruhi para pekerja dalam suatu organisasi. Lalu yang kedua, ialah menghilangkan persyaratan pekerjaan yang sebenarnya tidak diperlukan karena didasarkan pada pemikiran yang diskriminatif. Terakhir, analisis pekerjaan harus mampu mencocokkan lamaran masuk dengan lowongan yang tersedia.

Hal penting selanjutnya melalui keterkaitan dengan tren job hugging dari buku ini ialah penilaian kinerja. Ferine mendefinisikan penilaian kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil pengukuran tersebut kemudian akan digunakan sebagai umpan balik yang memberi informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana, dan titik di mana perusahaan memerlukan penyesuaian atas aktivitas perencanaan dan pengendalian.

Oleh karenanya, dibutuhkan suatu penilaian kinerja yang dapat digunakan sebagai landasan untuk menilai kemajuan yang telah dicapai, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan, sekaligus sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi. Tujuan dari penilaian kinerja ini sendiri ialah untuk menghasilkan data yang kemudian jika dianalisis secara tepat akan memberikan informasi yang akurat bagi manajemen dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Hal ini perlu digarisbawahi, karena meski perusahaan tak perlu melakukan penggantian karyawan karena karyawan lama mengundurkan diri, tetapi perusahaan juga perlu mengecek kembali apakah inovasi yang ada dalam perusahaan tetap terjaga, meski tidak ada karyawan baru yang direkrut. Ini akan membuat, baik pihak perusahaan maupun pihak karyawan tidak saling merugikan, dan tetap memiliki hubungan timbal balik yang sehat.

BLOG

Related Articles

COMMENT

Post a Comments

A lectus ac pulvinar tincidunt accumsan. Ullamcorper dolor at lectus ac, sed facilisis hac. Molestie aliquam ut blandit nibh vulputate lectus in sit. Egestas in dolor dui purus tincidunt eget cras nisl est aliquam ut blandit nibh vulputate lectus ullamcorper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *