Mengilhami Novel dari Balik Layar

Mengilhami Novel dari Balik Layar

Novel agaknya menjadi jenis buku yang diminati masyarakat Indonesia saat ini. Tahun 2018 lalu, Gramedia sebagai toko buku terbesar di Indonesia, memberikan data penjualan buku. Melansir dari artikel Kompas, penjualan novel mendominasi dengan angka 18,6% dari total 34 juta buku yang terjual. Jumlah ini tentunya harus diapresiasi, mengingat bagaimana data selama ini menunjukkan rendahnya minat baca buku di Indonesia.

Membicarakan novel dari layar belakang panggung, kita akan menemui banyak sekali unsur pembangunnya, seperti karakter atau tokoh, alur, tema, hingga unsur yang melatarbelakangi penulisan novel oleh penulisnya. Bagi beberapa pembaca, setelah membaca suatu novel tertentu yang berkesan, mungkin akan penasaran, atau bertanya-tanya bagaimana kisah ini diolah penulis sampai pada akhirnya menjadi suatu cerita utuh di dalam sebuah novel.

Novel merupakan sebuah karya untuk memperkaya pembaca yang ditawarkan dalam sebuah teks yang menggambarkan suatu pengalaman imajinasi yang ada dalam tulisan tersebut sekaligus mampu memberikan makna melalui pembawaan pengarang ke dalam novel tersebut. – Munaris., dkk, dalam buku Unsur Pembangun Prosa

Buku Unsur Pembangun Prosa oleh Munaris., dkk, ini akan cocok untuk pembaca yang ingin memahami dan melihat novel sebagai karya sastra. Munaris., dkk, memberikan definisi novel ialah cerita fiksi yang cukup panjang, memiliki alur dan karakter tokoh yang lebih kompleks, serta terdiri dari beberapa bab yang saling berkaitan. Jika disandingkan dengan cerpen, keduanya memiliki persamaan, karena dalam sastra, baik novel dan cerpen merupakan kelompok prosa fiksi.

Namun, membicarakan perbedaannya, cerpen dan novel memiliki beberapa perbedaan, salah satunya ialah dari panjang-pendeknya. Jika cerpen sering kali didefinisikan sebagai cerita yang bisa dibaca dalam sekali duduk, maka novel ialah sebaliknya. Alur novel yang panjang, juga kompleksitas permasalahan dalam novel, membuat pembaca harus melakukan proses pembacaan secara cermat, untuk dapat memahami cerita yang ada dalam novel.

Sebagai prosa fiksi, novel memiliki dua unsur pembangunnya, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang secara langsung membangun cerita dari dalam, dan unsur ekstrinsik adalah sesuatu yang berada di luar novel, tetapi memengaruhi isi novel. Unsur intrinsik terdiri dari tema, latar, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, hingga amanat. Keduanya saling memengaruhi dan membangun cerita menjadi karya novel yang utuh.

Munaris., dkk, membahas secara lebih detail terkait novel dan unsur intrinsik-ekstrinsiknya dalam buku ini. Tak hanya membahas seputar novel sebagai karya sastra, penulis juga menghadirkan studi kasus yang akan membantu pembaca untuk memahami lebih jauh terkait unsur yang ada di dalam novel. Penulis membedah dua novel yang ditulis oleh Iksaka Banu, berjudul Pangeran dari Timur dan Sang Raja.

Temuan dari studi kasus yang dilakukan penulis salah satunya yaitu kedua novel menggunakan latar dan tempat pada masa kolonial. Oleh karenanya, Iksaka Banu selaku penulis kedua novel, menghadirkan para tokoh yang berasal dari beragam ras, yang memberikan relasi tak setara antara tokoh pribumi dan Belanda. Relasi posisi ini pada akhirnya menguatkan lanskap dan nuansa kolonial yang dibangun dalam teks.

Fiksi itu sangat penting. Saya itu dari kecil, hal pertama yang saya baca itu fiksi. Karena ia membuka imajinasi. Fiksi itu mengajak kita masuk ke suatu possible world, dunia yang mungkin tidak ada di sini, sehingga imajinasi itu bisa begitu liar menggembara. Dan ketika masuk kembali ke dunia nyata, imajinasi ini membantu kita untuk memahami dunia yang begitu carut-marut. – Karlina Supelli, Filsuf dan Dosen STF Driyarkara

Seperti yang diutarakan oleh Karlina Supelli, membaca novel fiksi yang merupakan karya sastra tak selamanya hanya berfokus pada sisi fantasi, atau imajinasi penulis saja. Ditulis oleh Munaris., dkk, dalam buku Unsur Pembangun Prosa, bahwa sastra selain sebagai alat pembelajaran, juga merupakan salah satu produk budaya yang bisa menggugah kesadaran. Sastra merupakan representasi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Mengulik novel sebagai karya sastra, dengan memahami novel dari balik layar, juga merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada karya sastra. Memahami bahwa novel terdiri dari banyak unsur yang saling memengaruhi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, akan membawa pembaca ke dalam dunia sastra yang sesungguhnya.

Baca Selengkapnya

BLOG

Related Articles

COMMENT

Post a Comments

A lectus ac pulvinar tincidunt accumsan. Ullamcorper dolor at lectus ac, sed facilisis hac. Molestie aliquam ut blandit nibh vulputate lectus in sit. Egestas in dolor dui purus tincidunt eget cras nisl est aliquam ut blandit nibh vulputate lectus ullamcorper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *